BNN Dalami Keterlibatan Mawardi Yahya

PALEMBANG – Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, pihaknya siap memproses hukum mantan bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya. Ayah dari tersangka penyalahguna narkoba Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi (Ofi) ini diduga menghalangi petugas ketika akan menangkap anaknya.

“BNN sudah memiliki bukti, ada rekamannya, bahkan sudah ditampilkan di sejumlah televisi nasional. Bukti ini akan digunakan untuk memproses hukum Mawardi,” kata Budi seusai dialog interaktif di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (29/3).

Tindakan ini dinilainya masuk dalam tindakan pidana karena sama artinya tidak mendukung upaya penegakan hukum pemberantasan narkoba. Dalam rekaman yang sudah beredar di sejumlah televisi nasional itu terlihat Mawardi menghalangi petugas BNN yang ingin masuk ke kediamannya pada Ahad (13/3) sore. Saat itu, pria yang menjabat sebagai kepala daerah Ogan Ilir selama 10 tahun itu, langsung mendekati petugas yang berdiri di depan pagar masuk sembari menghardik.

Meski petugas menunjukkan surat perintah penggeledahan, tapi yang bersangkutan berulang kali berucap, “Ado caro (ada cara).” Penyidik juga mendalami hasil tes kesehatan Ofi yang digunakan untuk memenuhi persyaratan menjadi calon kepala daerah pada Pilkada 2015. BNN menduga, hasil tes tersebut janggal karena tidak sesuai dengan hasil tes yang dilakukan BNN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, darah, dan rambut diketahui bahwa Ahmad Wazir Nofiadi merupakan pemakai akut. “Jika sudah ada di darah, apalagi di rambut, itu menunjukkan bahwa yang bersangkutan sudah lama menjadi pemakai. Bisa jadi, sejak remaja. Lantas, mengapa bisa lolos dalam tes kesehatan. Ini yang menjadi pertanyaannya,” kata dia.

Lantaran itu, BNN sangat tidak menoleransi jika ada petugas yang terbukti mengonsumsi narkoba. Budi menjelaskan, oknum yang bekerja tak sesuai prosedur selalu ada. Oknum tersebut, menurutnya, bisa siapa saja, mulai dari sipir penjara, polisi, bahkan belum lama ini ditangkap seorang dokter di lapas. Mantan Kabareskrim ini tidak heran karena narkoba tidak melihat status orang.

Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatra Selatan membantah dugaan rekayasa hasil tes kesehatan terhadap Ofi yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba. Ketua IDI Sumsel dr Rizal Sanif mengatakan, tes kesehatan calon kepala daerah telah dilakukan sesuai standar. Tes melibatkan tim medis RSMH Palembang yang berkompeten dan profesional. “Jika ada yang meragukan hasil tes kesehatan yang dilakukan IDI di RSMH Palembang dan penyidik yang menangani kasus narkoba Bupati Ogan Ilir itu ingin melakukan penyelidikan, maka silakan saja,” kata dia.

BNN selain menetapkan tersangka Bupati Ogan Ilir dalam kasus narkoba juga sedang mengembangkan penyelidikan ke pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Arman Depari menjelaskan, tak menutup kemungkinan pasal tindak pidana pencucian uang akan dikenakan kepada Ofi.

Penyelidikan TPPU yang diarahkan ke Nofiadi, menurut Arman, karena ditemukannya bukti transaksi keuangan. “Dia tidak sendiri, tapi dengan tersangka Ican yang merupakan pemasok,” imbuh Arman.

Ican diketahui adalah seorang pengedar narkoba yang berstatus sebagai PNS yang diduga memasok narkoba kepada Ofi. Arman menjelaskan, Ican memiliki apotek dan mendapat pasokan dana dari Ofi.  antara ed: Erdy Nasrul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *